Ladang Hijau

Beranda » Celoteh Harian » Diam-diam Belajar

Diam-diam Belajar

Arsip

Kategori

     Santosa adalah nama pena dari Santosa de Aviciena, kelahiran Cirebon 5 mei 1991. Karena kasih sayang seorang ibu tak pernah lekang oleh waktu, Santosa masih tinggal bersama orang tuanya yang beralamat di Jalan Raya Sunan Gunung Jati, nomer 105. Desa Mertasinga, blok Budiraja, RT/RW 02/01, kecamatan Gunung Jati, kabupaten Cirebon, masuk dalam provinsi Jawa Barat dengan kode posnya 45151. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa aktif di Universitas Swadaya Gunung Jati, dia mengambil jurusan pendidikan ekonomi akuntansi – menjadikannya memiliki kepribadian untuk berperan serta dalam mencerdaskan bangsa ini melalui karya-karyanya lewat tulisan seperti dalam blog pribadinya http://santosa-innovation.blogspot.com/ atau https://cirebonhijau.wordpress.com/  Bagi yang ingin bertukar pikiran dengannya dapat menghubungi lewat YM: santosaimago3@yahoo.com atau bisa langsung via sms ke +6285224731010 24 jam/hari. 

Santosa : Sesuatu pengalaman akan berharga dan bermanfaat, manakala pengalaman itu kita jadikan sebuah catatan dan kita bagikan kepada orang lain, agar mereka bisa mengambil pelajaran seperti yang kita alami saat itu.

Belajar adalah hal yang fardu bagi umat islam secara umum, tak terbatas pada usia. Sepanjang ia masih hidup maka belajar adalah tanggungannya, dan tak bisa diwakilkan oleh siapapun seperti pada fardu kifayah. Untuk umat manusia, adalah wajar dan perlu baginya untuk senantiasa mencari dan mengamalkan semua ilmu yang dia telah peroleh. Kita sebagai insan yang berakal dan memiliki hati nurani sangatlah baik untuk senantiasa belajar dari siapapun, meskipun dia adalah orang kecil yang belum tahu apa-apa. Tapi jika kita ingin mencari ilmu, maka di sana kita akan mengambil hikmahnya (ilmunya) dari apa yang selalu mereka lakukan. Manfaat dari belajar sendiri adalah sebagai patokan, agar kita takkan mengulangi kesalahan yang sama untuk hari ke depan dan dengan belajar kita akan menjadi lebih baik lagi dengan hari kemarin.

Sebelum kita belajar dari sumber yang akan kita jadikan dia sebagai seorang guru, maka terlebih dahulu kita mempersiapkannya. Mengapa kita perlu untuk mempersiapkan, dan tidak langsung untuk mempelajarinya langsung. Karena kita akan mendapatkan pelajaran yang baru dan kemungkinan akan mengalami benturan-benturan pemahaman, dan setiap pemahaman belum tentu kita akan mengerti secara penuh tentang apa yang sedang dimaksud oleh narasumber kita. Ditakutkan juga pemahaman tersebut akan bersimpangan dengan makna yang sesungguhnya, hal yang perlu kita perhatikan adalah landasan pemahaman kita harus kuat, akan dibandingkan dengan pemahaman yang akan dipaparkan oleh seorang narasumber kita (guru:abstrak). Apa sajakah yang sebaiknya kita lakukan untuk mengawali kita dalam belajar kepada target/sasaran objek kita?

Tahap-tahap kita belajar kepada seseorang/alam/guru/objek :

1. Diam yang pertama, artinya kita harus melepas semua persoalan pribadi kita. Terutama jika kita sedang dirundung masalah, atau kita sedang dalam posisi mengantuk, karena pada saat itu otak kita tidak siap untuk menyimpan informasi yang akan kita peroleh dari narasumber.

2. Diam yang kedua, artinya  kita senantiasa diam selama guru tidak memberikan aba-aba untuk bertanya. Diam kita adalah menghormati posisi guru yang sedang memberikan materi dan mengarahkan kita untuk ke tahap pembelajaran yang sedang dilakukan.

3. Setelah kita mencermati keseluruhannya, barulah kita bertanya. Usahakan kita memiliki pertanyaan untuk di sumbangkan dalam materi yang sudah dijelaskan oleh guru kita.

generalisasi Al-Hadist : Karena ilmu adalah bagaikan sebuah gudang, dan pertanyaan adalah kunci dari pintu gudang tersebut.

4. Mencatat semua keterangan dan informasi yang telah dipaparkan, dan kita kembangkan lebih lanjut dan jadikan sebuah referensi. Agar pemahaman kita lebih mantap, maka kita perlu untuk bandingkan dengan refenrensi yang lain ataupun dengan literatur yang lain.

5. Amalkan semua ilmu yang telah kita peroleh dengan cara kita sendiri, apakah dengan diam-diam atau terbuka agar orang lain tahu diri kita telah melakukan demonstrasi yang bernilai positif dan membawa manfaat. Tentu bagi orang lain yang lebih menyukai amalan yang ditutupi tanp perlu menunjukan existensinya, itu akan lebih mulia lagi. Karena dia berpikir jika semua amalan itu tak perlu untuk dibalas dengan bentuk apapun, hanya kepuasan batinlah yang dia inginkan.

6. Motivasi kita untuk belajar juga tak kalah pentingnya untuk menunjang semangat kita dalam belajar dalam kondisi apapun. Motivasi yang terbaik untuk kita agar terjaga dalam kemurnian adalah dengan mencari kebaikan dalam belajar kita dan berharap dari hasil belajar kita akan memperoleh manfaat.

Jika kita ingin belajar sungguh-sungguh untuk mendapatkan sebuah ilmu, maka kita tak usah memilih-milih kepada siapa kita akan belajar. Karena jika sudah memilih-milih, maka kita tidak akan mendapatkan sebuah pencerahan dan pengetahuan baru dari apa yang sedang kita pelajari. Contoh yang dapat kita ambil adalah dari anak yang baru dilahirkan, bagaimana dia mencari pertolongan kepada ibundanya yang baru saja melahirkannya ke dunia yang fana ini sambil menggenggam tangannya. Berteriak senyaring-nyaringnya, karena begitulah sifat manusia yang lemah yang hanya bisa meminta tolong kepada siapapun yang mampu untuk menolongnya. Matanya yang belum bisa melihat apapun merasa ketakutan, dia ingin mencari pegangan hidup jika kelak dia akan melihat isi dunia ini.

generalisasi Al-Hadist : Satiap bayi yang terlahir itu dalam keadaan suci, dan orang tua merekalah yang akan menjadikannya islam atau yang lain.

Begitu pula aku, yang belum profesional dalam menulis, ingin belajar kepada siapapun meski dia belum ahli sekalipun dalam hal menulis. Bagiku, tak ada manusia yang sempurna. Sehingga dalam perjalanan waktu, aku yakin akan bisa menjadi seorang penulis yang handal dan profesional.


1 Komentar

  1. Mr WordPress mengatakan:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: