Ladang Hijau

Beranda » Penelitian Santosa » Esensi Tata Bahasa Nasional, Asing, dan Daerah

Esensi Tata Bahasa Nasional, Asing, dan Daerah

Arsip

Kategori

Gejala globalisasi rupanya bukan hanya terjadi pada kota-kota besar, pengaruhnya yang kian masuk ke segala aspek dalam kehidupan kesosialan – masyarakat di Indonesia kian mencuat seiring berjalannya waktu. Kita tak bisa lepas dari perkembangan zaman ini, mau tak mau kita akan mengikuti air yang mengalir juga. Dimana bahasa lokal, nasional, dan internasional akan dipertaruhkan dalam kultur bangsa kita.

Selayaknya air yang berputar di sebuah bejana yang luas, pasti ada aliran air yang akan tenggelam di tengah-tengah pusaran air itu dan yang menjadi pertanyaanya adalah, bahasa yang mana yang akan mendahului untuk tenggelam? Atau mungkin kita akan mampu untuk menghentikan arus putaran itu, mungkin tenaga yang dibutuhkan haruslah sangat besar dan mungkin saja akan memerlukan proses waktu yang panjang.

Sekarang jika kita lihat fungsionalitas bahasa lokal adalah untuk mendekatkan diri pribadi dengan pribadi yang lain dengan melakukan hal itu kita dengan masyarakat setempat dinilai akrab dan terjalin suatu ikatan batin tersendiri, layaknya sebuah keluarga. Namun tak dapat dipungkiri, jumlah pendukung akan penggunaan bahasa lokal/daerah tidak sepenuhnya menjangkau ke seluruh negeri. Karena faktor sejarah dan budaya, sehingga kita tak dapat memaksakan semua lapisan masyarakat agar senantiasa menggunakannya di lingkup semua lapisan sosial. Seringkali kita ‘menyepelekan’ esensi dari nilai-nilai bahasa lokal di daerah kita masing-masing. Namun yang jelas, di dalam perkembangannya. Ternyata penggunaan bahasa lokal justru lebih menguatkan hubungan interaksi sosial secara terbuka.

Dari pengamatan yang Santosa lakukan selama 3 tahun di dalam lingkup sekolah menengah atas, di kota dengan jumlah 5 sekolah yang berada di kota Cirebon. Dari 10 orang yang saya amati, ternyata 8 orang yang menggunakan bahasa lokal jalan hidupnya lebih mudah dibandingkan orang yang menggunakan bahasa nasional secara dipaksakan. Penilaian ini masih subjektif, perlu di teliti ulang. (2008-2011)

Namun dari data di atas, perlu ditelaah ulang. Bahwasanya bahasa yang baik adalah bahasa yang lokal-daerah, mengapa demikian? Karena disana lebih terisi nilai-nilai budi pekerti tentang penghormatan ke orang tua yang perlu kita hormati sebagai mestinya. Kita perlu mereview ulang dan mengevaluasi ulang tentang struktur ketata bahasaan kita, agar penggunaan bahasa nasionalan kita akan lebih baik dan tertata dengan struktural yang baku dan bijak.

Sikap adalah merupakan cerminan bangsa yang kuat dan memiliki nila-nilai yang memiliki karakter berbeda dengan bangsa yang lain. Perwujudan tersebut dapat kita lihat dengan mengadaptasikan dan mengembangkan struktur budaya berbahasa kita melalui pendidikan formal, informal, maupun non formal. Agar kita dapat mengimbangi lajunya pengaruh bahasa internasional yang kemungkinan memiliki nilai-nilai dengan bahasa kita yang memiliki nilai juga karakter yang berbeda dengan bangsa indonesia.

Meskipun hal tersebut belum pasti bahwa bahasa asing lebih baik ataupun lebih menguntungkan, namun kejatuhannya belum tahu kita akan mempertaruhkan identitas kita dengan rela mencampur-adukan esensi nilai kulture kita dengan pengaruh global yang ada. Mestinya kita harus siap dengan keadaan ini, karena ini adalah awal kompetitif dalam berbahasa dalam perkomunikasian atar sesama negara melalui sektor publikurtural yang ada. Ini merupakan tanggungan yang harus kita pikul bersama, karena kitalah yang akan memilih dan merasakannya. Apakah nilai-nilai bahasa lebih berharga dari sebuah dogma dan tren yang menjebak kita untuk terperangkap dalam balutan waktu yang cukup singkat ini. Ini merupakan kesepakatan kita bersama dalam mempertahankan sekaligus mengambangkan sesnsialitasme idealisme indonesia di mata dunia.

Pusat Bahasa terkait : http://pusatbahasa.kemendiknas.go.id/

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: